HIDROKARBON

Tinggalkan komentar

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Komponen utama minyak bumi dan gas alam, yaitu sumber daya yang sekarang memasok sebagian besar sumber energi kita ialah hidrokarbon, yakni senyawa yang hanya mengandung karbon dan hydrogen.
Ada tiga golongan hidrokarbon berdasarkan jenis ikatan karbon-karbonya. Hidrokarbon jenuh (satrurated hidrokarbon) hanya mengandung ikatan tunggal. Hidrokarbon tak jenuh (unsaturated hidrokarbon) mengandung ikatan majemuk, baik ikatan rangkap, ikatan tiga atau keduanya. Hidrokarbon aromatic ialah khusus senyawa siklik yang strukturnya terkait dengan benzen.
Senyawa karbon memiliki peranan penting bagi semua makhluk hidup. Dalam kehidupan sehari-hari senyawa karbon ini banyak kegunaanya, misalnya sebagai berikut:
1. Sebagai bahan bakar dalam rumah tangga, industry dan kendaraan bermotor
2. Sebagai bahan-bahan obat-obatan
3. Sebagai bahan desinfektan
4. Sebagai bahan dasar tekstil
5. Sebagai bahan tambahanpada makanan (pewarna, pemanis, pengawet, pengharum)
6. Sebagai bahan alat rumah tangga
7. Sebagai bahan peledak
8. Sebagai bahan detergen, sabun, dll.
Pada percobaan ini kita akan mencoba mengidentifikasi senyawa-senyawa hidrokarbon berdasarkan sifat fisika, densitas, kelarutannya, dan reaksi-reaksi yang dapat terjadi pada senyawa hidrokarbon.

B. TUJUAN PERCOBAAN
1. Untuk mempelajari sifat fisika, kelarutan dan densitasdari beberapa senyawa hidrokarbon
2. Untuk mempelajari dan membandingkan reaksi-reaksi kimia pada senyawa hidrokarbon.

C. PRINSIP PERCOBAAN
Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan beberapa senyawa hidrokarbon, dan ditambahkan pereaksi untuk mengidentifikasikannya serta penambahan pelarut polar dan non polar untuk mengetahui bagaimana kepolaran dari senyawa-senyawa hidrokarbon.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. TEORI UMUM
Hidrokarbon adalah senyawa karbon yang hanya mengandung atom karbon (C) dan hydrogen (H) saja.
Senyawa hidrokarbon digolongkan berdasarkan ikatan antar atom karbon (C) atau ikatan pada rantai C-nya yang terdapat dalam senyawa ini, yaitu: alkana, alkena, alkuna.
1. Alkana
Alkana merupakan karbon jenuh (jenuh terhadap H) dan hanya mengandung ikatan tunggal yang menghubungkan rantai karbonnya dalam molekul.
Rumus umumnya CnH2n+2. Alkana disebut juga deret metana. Alkana tidak memiliki gugus fungsional dan relative non-polar dan tidak reaktif (sangat kurang reaktif).
Senyawa alkana dalam penamaan mendapat akhiran –ana. Senyawa alkana merupakan senyawa berantai karbon yang berdasarkan pada jumlah atom C dalam persenyawaan. Dalam penamaan alkana, ada 3 komponen:
 Nama rantai induknya
 Nama rantai samping/cabangnya
 Nomor yang menunjukkan posisi dari rantai sampingnya.
Sifat-sifat alkana:
1. Pada suhu biasa, empat suku alkana yang paling sedikit atom C-nya (metana, etana, propana, dan butana) berbentuk gas. Alkana dari pentana sampai heptadektana(C5-C7) berwujud cair sedangkan oktadektana dan seterusnya merupakan zat padat.
2. Makin banyak atom C yang dikandung, titik didih semakin tinggi, alkana yang berantai lurus memiliki titik didih paling tinggi daripada alkana bercabang.
3. Kerapatanyya lebih rendah dari air, oleh karena itu alkana seperti bensin, minyak tanah dan sebagainya selalu mengandung di permukaan air.
4. Alkana sebagai senyawa non-polar, tidak larut dan tidak bercampur homogen dengan air. Pelarut yang baik untuk alkana adalah benzena, karbontetraklorida, kloroform atau yang lainnya.
5. Paling sukar bereaksi disbanding senyawa organik yang lain.

2. Alkena
Alkena adalah senyawa hidrokarbon yang selain mengandung ikatan tunggal, juga terdapat ikatan ganda atau rangkap 2. Alkena digolongkan juga sebagai senyawa hidrokarbon tidak jenuh karena masih bias mendapat tambahan atom H dalam molekulnya. Adisi atau tambahan atom H ke molekul alkena terjadi melalui pemutusan ikatan ganda shingga atom-atomb C berikatan ganda mendapat tambahan atom H.
Rumus umumnya yaitu CnH2n (jika hanya mengandung 1 ikatan ganda). Alkena yang paling sederhana adalah CH2=CH2 (etena atau etelina). Alkena kedua paling melimpah adalah propena. Alkena juga dikenal atau merupakan deret etilena. Dalam penamaan alkena terdiri dari 5 komponen :
o Rantai induk diambil dari rantai lurus terpanjang yang mengandung ikatan ganda.
o Akhiran ana dari nama alkana diganti dengan akhiran ena.
o Posisi ikatan rangkap dinyatakan dengan nomor terendah dan diletakkan di depan nama senyawa rantai induknya.
o Rantai samping atau cabang ditandai/dinamakan seperti pada penamaan alkana.
o Jika merupakan isomer geometrik, penamaan dimulai dengan awal cis- atau trans-
Sifat-sifat alkena:
1. Umumnya sifat fisiknya hamper sama dengan sifat fisik alkana. Alkena dengan jumlah atom C2 sampai C4 berwujud gas, C5 samapi C7 berwujud cair, dst berwujud padat.
2. Akan lebih reaktif disbanding dengan alkana karena dapat mengikat gugs atom lain karena merupakan hidrokarbon tidak jrnuh, reaksinya disebut reaksi adisi.
3. Dapat mengalami oksidasi oleh larutan encer KMnO4. Dalam lingkungan netral atau alkalis dan pada temperature kamar menghasilkan senyawa glikol.
4. Dapat berpolimerisasi
5. Berisomeri dengan sikloalkana.
6. Dapat terjadi perpindahan letak ikatan rangkap dan ujung ke tangan rantai karbon. Jika dipanaskan dengan katalisator tertentu.

3. Alkuna
Alkuna adalah turunan senyawa hidrokarbon (tidak jenuh) yang mengandung ikatan rangkap 3 dalam molekulnya. Alkuna dikenal juga sebagai deret asetilena. Rumus umumnya yaitu: C2H2n-2 (jika hanya mengandung 1 ikatan rangkap 3). Tata namanya seperti pada alkena.
Sifat-sifat alkuna:
1. Sifat fisiknya sama dengan alkena dan alkuna
2. Dapat mengalami adisi. Untuk menjenuhkan ikatan rangkapnya, alkuna menangkap atom lebih banyak disbanding alkena.
3. Dapat beraksi dengan air, jika dibantu dengan katalisator HgSO4 akan terbentuk senyawa aldehida.
4. Etuna dapat berpolimerisasi menjadi benzena, suatu hidrokarbon aromatik.

B. URAIAN BAHAN
1. Parafin
Nama Resmi : PARAFFINUM LIQUIDUM (FI. Ed.III hal. 474)
Nama Lain : Parafin Cair
Pemerian : Cairan kental, transparan, tidak berfluoresensi, tidak berwarna, hampir tidak berbau, hampir tidak mempunyai rasa.
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%) P, larut dalam kloroform P dan dalam eter P
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya
Penggunaan : Laksativum

2. Heksan
Nama Resmi : HEKSANA
Pemerian : Cairan jernih, mudah menguap, berbau seperti eter lemah atau bau seperti petroleum
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air, larut dalam etanol mutlak, dapat bercampur dengan eter, dengan kloroform dengan benzena dan dengan sebagian besar minyak lemakdan minyak atsiri.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya
Rumus Molekul : C6H14

3. Ol. Cocos
Nama Resmi : OLEUM COCOS (FI. Ed.III hal. 456)
Nama Lain : Minyak Kelapa
Pemarian : Cairan jernih, tidak berwarna atau kuning pucat, bau khas, tidak tengik
Kelarutan : Larut dalam 2 bagian etanol (95%) P pada suhu 60◦, sangat mudah larut dalam kloroform P dan dalam eter P.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya, di tempat sejuk
Penggunaan : Zat tambahan

4. Toluen
Nama Resmi : TOLUENA
Nama Lain : Tolven, Tolvol
Rumus Molekul : C6H5CH3
Kelarutan : Sangat sedikit larut dalam air, tidak larut dalam alkohol, kloroform, eter, aseton
Berat Molekul : 92,14
Densitas : 0,8666
Pemerian : Murni pereaksi

5. Benzena
Nama Resmi : BENZENA
Rumus Molekul : C6H6
Pemerian : Murni pereaksi
Kelarutan : Larut dalam lebih kurang 14,30 bagian air, larut dalam kloroform, alkohol
Berat Molekul : 78,11

6. Kalium permanganat
Nama Resmi : KALII PERMANGANAS (FI. Ed.III hal. 330)
Nama Lain : Kalium permanganat
Pemerian : Hablur mengkilap, ungu tua atau hampir hitam, tidak berbau, rasa manis atau sepat
Kelarutan : Larut dalam 16 bagian air, mudah larut dalam air mendidih
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Penggunaan : Antiseptikum ekstern

7. Asam Sulfat
Nama Resmi : ACIDUM SULFURICUM (FI. Ed.III hal. 58)
Nama Lain : Asam sulfat
Pemerian : Cairan kental seperti minyak, korosif, tidak berwarna, jika ditambahkan ke dalam air menimbulkan panas.
Kelarutan : Bercampur dengan air dan dengan etanol dengan menimbulkan panas
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
Penggunaan : Zat tambahan

8. Kloroform
Nama Resmi : CHLOROFORMUM (FI. Ed.III hal. 151)
Nama Lain : Kloroform
Pemerian : cairan, mudah menguap, tidak berwarna, bau khas, rasa manis dan membakar
Kelarutan : Larut dalam lebih kurang 200 bagian air, mudah larut dalam etanol mutlak P, dalam eter P, dalam sebagian besar pelarut organik, dalam minyak atsiri dan dalam minyak lemak
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik bersumbat kaca, terlindung dari cahaya
Penggunaan : Zat tambahan

9. Aqua Destillata
Nama Resmi : AQUA DESTILLATA (FI. Ed.III hal. 96)
Nama Lain : Air suling
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak mempunyai rasa.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Penggunaan : Pelarut

10. Bromin
Nama Resmi : BROM
Rumus Molekul : Br2
Berat Molekul : 159,8
Pemerian : Cairan merah tua, berat dan berasap, sangat korosif terhadap kulit

BAB III
METODE KERJA
A. Alat dan Bahan
 Alat yang di gunakan:
a. Pipet tetes panjang b. pipet tetes pendek
b. Oven d. rak tabung reaksi
e. tabung reaksi f. lap/tisu

 Bahan yang digunakan:
a. Heksan h. kalium permanganat
b. Paraffin i. aseton
c. Benzene j. sendok besi
d. Ol. Cocos k. kertas lakmus biru
e. Air suling l. bromin
f. Toluene m. asam sulfat pekat
g. kloroform

B. Prosedur Kerja
I. Sifat Fisika Senyawa Hidrokarbon
1. Kelarutan Hidrokarbon dalam air
– Siapkan 5 tabung reaksi yang bersih dan kering, beri label sesuai dengan nama sampel uji
– Ke dalam masing-masing tabung reaksi tambahkan kira-kira 10 tetes sampel uji, kemudian tambahkan kira-kira 10 tetes air suling. Amati apakah terjadi pemisahan, apakah yang terjadi ketika campuran didiamkan.
– Catat semua data pengamatan pada lembar kerja.
2. Kelarutan hidrokarbon dalam kloroform
– Siapkan 5 tabung reaksi yang bersih dan kering, beri label sesuai dengan nama sampel uji
– Kedalam masing-masing tabung reaksi tambahkan kira-kira 10 tetes sampel uji, kemudian tambahkan kira-kira 10 tetes kloroform.
– Amati, Apakah terjadi pemisahan komponen, apakah berada dilapisan atas dan yang bereda dilapisan bawah.
– Catat semua data pengamatan pada lembar kerja.
II. Sifat kimia senyawa hidrokarbon
1. Reaksi dengan Bromin
a. Siapkan 5 tabung reaksi yang bersih dan kering, beri label sesuai dengan nama sampel uji
b. Ke dalam masing- masing tebung reaksi tambahkan kira- kira 10 tetes sampel uji, kemudian tambahkan larutan 1 % Br2 dalam heksan disertai pengocokkan (jangan tambahkan lebih dari 10 tetes)
c. Catat semua data pengamatan pada lembar kerja.
d. Untuk tabung reaksi yang berisi toluen, tambahkan kira- kira 10 tetes larutan 1% Br2 dan sejumlah kecil serbuk besi; kocok campuran. Tempatkan potongan kertas lakmus biru pada mulut tabung reaksi. Catat perubahan warna larutan dan kertas lakmus.
2. Reaksi dengan KMnO4
a. Siapkan 5 tabung reaksi yang bersih dan kering, beri label sesuai dengan nama sampel uji
b. Ke dalam masing- masing tebung reaksi tambahkan kira- kira 10 tetes sampel uji, kemudian tambahkan larutan KMnO4 dalam aseton tetes demi tetes disertai pengocokkan (jangan tambahkan lebih dari 10 tetes)
c. Catat semua data pengamatan pada lembar kerja.
3. Reaksi dengan H2SO4
a. Siapkan 5 tabung reaksi yang bersih dan kering, beri label sesuai dengan na,a sampel uji.
b. Ke dalam masing- masing tabung reaksi tambahkan kira- kira 10 tetes sampel uji
c. Tempatkan semua tabung reaksi pada tangas es. Dengan hati- hati tambahkan 5 tetes H2SO4 pekat dingin ke dalam masing- masing tabung (kocok)
Catat ! Apakah dihasilkan panas? Sentuh tabung reaksi
Apakah larutan menjadi homogen atau apakah warna yang dihasilkan?
(Pembentukan panas atau pembentukan larutan homogen ataukah penampakan warna adalah merupakan bukti bahwa reaksi telaj berlangsung.

Iklan

PAGI YANG GAJE (ff SHINee)

Tinggalkan komentar

Author: annisa nurfitriany aka annisa kyunionewarchi icha

Genre: maunya sih friendship, comedy dan jayus.. terserah reader aja deh

Main cast: all member shinee

Length: oneshoot

Disclaimer: FF2011©AnnisaNurfitriany

*cuap-cuap author*

Ini bukan ff pertama saya, tp ini merupakan ff saya yang pertama kali selesai

Maaf jika terjadi kesalahan pada penulisan, jalan cerita, pembacaan dan pendengaran(?)

#STORY….

“good morning” ucap onew yang sedang berlari dengan semangatnya menderu-deru memasuki kelas yang masih sunyi tersebut.

“pagi!!” jawab salah satu siswa  yang tak lain dan tak bukan adalah key yang berada di dekat pintu.

“morning too” kata siswa yang bernama jonghyun ddengan agak lemes (?)

“koq cuman pagi aja sih yang diselamatin??” sahut slah satu temannya yaitu taemin yang berada juga  dalam ruangan tersebut.

“brak brik bruk brek breok”

Sontak saja suasana kelas pun jadi hancur berantakan dikarenakan aksi yang tak terduga dari salah satu temannya tersebut. Dengan tampang polos si pembuat aksi tersebut bertanya kepada teman-teman kelasnya tersebut .

“kalian masi pada ngantuk yah? Sampe-sampe kalian pada tidur di lantai”. Sahut taemin

*author ngakuin deh klo taemin bener-bener polosnya minta diancurin*

Salah satu temannya pun berdiri dan menjitak temannya yang agak bloon tersebut.

“lu sekolah di mana sih? bloon banget” ucap jonghyun.

“lu kali yang bloon banget. Udah jelas banget dah kalo kita satu sekolah. Masa masih nanya nama sekolah” ucapnya tanpa ragu-ragu alias nejawab dengan mantapnya dan lantang.

mendengar jawaban yang diterima dari temannya yang bloon tersebut si penjitak pun menjitak dahinya sendiri yang menyebabkan  dahinya benjol dengan diameter rata-rata 10 cm kubik tersebut.

*author di jambak blingers*

“diam!!!”

teriak seseorang dari pojokan kelas tersebut yang baru bangun dari tidur yang lelapnya .

“gue masih ngantuk. Tolong jangan ribut!!!” lanjut si pangeran tidur itu.

“minho, lu kga usah berteriak-teriak deh. Lu tidur aja seterusnya. Klo lu mau tidur nyenyak minum racun tikus aja dah” ucap onew denngan geram ngeliat temannya tersebut sambil membersihkan seragamnya yang kotor.

#onew: author, acting marah gue bagus kan?

Author: bagus koq onew. Secara, lu kan laki gue… jiakakkk~~~

*dipelototin minho*

Back to story…

“sudah-sudah, jangan bertengkar lagi dong. Berdamai ayo berdamai” relai key dengan gaya lagu begadang jangan begadang milik pak haji.

*mian ngehancurin image key… heheee*

“masi pagi aja kalian udah pada ribut!!!” kata minho yang kayaknya sih masih berada didalam alam bawah sadar.

*tukang tidur banget ye si minho, pantesan aja di julukin pangeran tidur*

“hey!!!” teriak jonghyun dengan suara lima oktafnya tersebut. Sehingga kaca-kaca ruang kelas pada hancur berkeping-keping tiada tara (?). semua kursi dan meja pun pada ambruk dan kelas pun udah ngalahin kapal pecah. #parah banget

Dengan aksi yang dilakukan oleh jonghyun, Onew pun melakukan aksi yang sangat berbahaya. Dengan sigap dia melemparkan gulungan kertas yang telah dipersiapkannya itu ke dalam mulut jonghyun. Lemparan onew tersebut tepat sasaran, seketika itu pula jonghyun diam tanpa kata.

* ya iyalah, secara mulutnya disumpel pake kertas*

Jonghyun pun geram dengan apa yang dilakukan onew padanya. Dia pun tak segan-segan melempar tas yang berada tak jauh dari temapt dia berdiri dan tas tersebut berisi buku-buku pinjaman yang tak pernah dia kembalikan.

*pantesan aja buku di perpus pada ilang semua*

# jonghyun: author, jangan nyeberin rahasia gue dong

Author: tenang aje, rahasia lu bakalan aman koq..

Reader: udah ketahuan kali~~~~

*authornya di sambit duit*… jiakakkkk

“kalian kaga denger ucapan gue tadi” ucap key yang masih ingin negelerai

*tumben, biasanya dia ngacau juga*

“kaga usah ikut campur!!!” teriak onew, jonghyun dan minho dengan kompak

*bertengkar tetap aja mereka kompakan.. cie~~~*

Tiba-tiba datanglah suara dari tersangka utama yang sejak tadi hanya menjadi penonton saja, *taemin manyun dipojokan*

*Author ngedorong taemin kedalam cerita*

“kalian jangan bertengakar dong gara-gara memperebutin gue” ucap taemin dengan mata berplastik-plastik.

*berkaca-kaca kan udah jadul tuh. Dengan penimbangan yang sangat berat, ngalahin berat ndong maka author menggantinya dengan berplastik-plastik.

#plakk

*woyy author, lu banyak bacot banget*

#mianhe~~~ *sambil meluk onew *

Lanjut…..

Tatapan onew, jonghyun, key dan minho pun yang langsung bangun dari alam mimpinya setelah mendengar suara sumbang tersebut. Pandangan mereka pun tertuju pada sumber suara tersebut. Dan si pemilik suara tersebut hanya membalas pandangan mereka dengan senyuman dari wajah polosnya tersebut.

“Waeyo” kata taemin dengan mata berplastik-plastiknya.

“gue tau kalo gue cantik sebagai namja, tapi jangan ngerebutin gue dong sampe segitunya” lanjut taemin.

Suasana pun menjadi kelam bagaikan kelas yang baru saja terkena gempa sebesar 9,00 SR disertai tsunami.

Ddrrrr dddrrrr

Getaran Hp pun menyadarkan mereka.

“sapa sih lagi yang ngirim sms?” batin onew

Gara-gara masih terbawa suasan kesal pun onew ngelempar Hp nya tersebut ke luar kelas.

*orang kaya*

Jonghyun, key, minho dan taemin pun becuap-cuap dalam pikiran mereka

“sayang banget tuh Hp” pikir jonghyun

“coba aja gue bias nangkep tuh Hp, bakalan jadi milik gue tuh” batin key

“onew emang kaya deh, Hp keluaran terbaru aja di lempar”batin minho

“onew keren”batin taemin.

“sial banget, tuh Hp gue lempar” tangis onew dalam hati

#the end

*sang author akhirnya sadar juga*

Saran dan komen gak diterima

Kalo pujian sih pastinya diterima… kekeeee

*ditimpuk dollar ama reader*

ALKOHOL DAN FENOL

Tinggalkan komentar

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Komponen utama minyak bumi dan gas alam, yaitu sumber daya yang sekarang memasok sebagian besar sumber energi kita ialah hidrokarbon, yakni senyawa yang hanya mengandung karbon dan hydrogen.
Ada tiga golongan hidrokarbon berdasarkan jenis ikatan karbon-karbonya. Hidrokarbon jenuh (satrurated hidrokarbon) hanya mengandung ikatan tunggal. Hidrokarbon tak jenuh (unsaturated hidrokarbon) mengandung ikatan majemuk, baik ikatan rangkap, ikatan tiga atau keduanya. Hidrokarbon aromatic ialah khusus senyawa siklik yang strukturnya terkait dengan benzen.
Senyawa karbon memiliki peranan penting bagi semua makhluk hidup. Dalam kehidupan sehari-hari senyawa karbon ini banyak kegunaanya, misalnya sebagai berikut:
1. Sebagai bahan bakar dalam rumah tangga, industry dan kendaraan bermotor
2. Sebagai bahan-bahan obat-obatan
3. Sebagai bahan desinfektan
4. Sebagai bahan dasar tekstil
5. Sebagai bahan tambahanpada makanan (pewarna, pemanis, pengawet, pengharum)
6. Sebagai bahan alat rumah tangga
7. Sebagai bahan peledak
8. Sebagai bahan detergen, sabun, dll.
Pada percobaan ini kita akan mencoba mengidentifikasi senyawa-senyawa hidrokarbon berdasarkan sifat fisika, densitas, kelarutannya, dan reaksi-reaksi yang dapat terjadi pada senyawa hidrokarbon.

B. TUJUAN PERCOBAAN
1. Untuk mempelajari sifat fisika, kelarutan dan densitasdari beberapa senyawa hidrokarbon
2. Untuk mempelajari dan membandingkan reaksi-reaksi kimia pada senyawa hidrokarbon.

C. PRINSIP PERCOBAAN
Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan beberapa senyawa hidrokarbon, dan ditambahkan pereaksi untuk mengidentifikasikannya serta penambahan pelarut polar dan non polar untuk mengetahui bagaimana kepolaran dari senyawa-senyawa hidrokarbon.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. TEORI UMUM
Hidrokarbon adalah senyawa karbon yang hanya mengandung atom karbon (C) dan hydrogen (H) saja.
Senyawa hidrokarbon digolongkan berdasarkan ikatan antar atom karbon (C) atau ikatan pada rantai C-nya yang terdapat dalam senyawa ini, yaitu: alkana, alkena, alkuna.
1. Alkana
Alkana merupakan karbon jenuh (jenuh terhadap H) dan hanya mengandung ikatan tunggal yang menghubungkan rantai karbonnya dalam molekul.
Rumus umumnya CnH2n+2. Alkana disebut juga deret metana. Alkana tidak memiliki gugus fungsional dan relative non-polar dan tidak reaktif (sangat kurang reaktif).
Senyawa alkana dalam penamaan mendapat akhiran –ana. Senyawa alkana merupakan senyawa berantai karbon yang berdasarkan pada jumlah atom C dalam persenyawaan. Dalam penamaan alkana, ada 3 komponen:
 Nama rantai induknya
 Nama rantai samping/cabangnya
 Nomor yang menunjukkan posisi dari rantai sampingnya.
Sifat-sifat alkana:
1. Pada suhu biasa, empat suku alkana yang paling sedikit atom C-nya (metana, etana, propana, dan butana) berbentuk gas. Alkana dari pentana sampai heptadektana(C5-C7) berwujud cair sedangkan oktadektana dan seterusnya merupakan zat padat.
2. Makin banyak atom C yang dikandung, titik didih semakin tinggi, alkana yang berantai lurus memiliki titik didih paling tinggi daripada alkana bercabang.
3. Kerapatanyya lebih rendah dari air, oleh karena itu alkana seperti bensin, minyak tanah dan sebagainya selalu mengandung di permukaan air.
4. Alkana sebagai senyawa non-polar, tidak larut dan tidak bercampur homogen dengan air. Pelarut yang baik untuk alkana adalah benzena, karbontetraklorida, kloroform atau yang lainnya.
5. Paling sukar bereaksi disbanding senyawa organik yang lain.

2. Alkena
Alkena adalah senyawa hidrokarbon yang selain mengandung ikatan tunggal, juga terdapat ikatan ganda atau rangkap 2. Alkena digolongkan juga sebagai senyawa hidrokarbon tidak jenuh karena masih bias mendapat tambahan atom H dalam molekulnya. Adisi atau tambahan atom H ke molekul alkena terjadi melalui pemutusan ikatan ganda shingga atom-atomb C berikatan ganda mendapat tambahan atom H.
Rumus umumnya yaitu CnH2n (jika hanya mengandung 1 ikatan ganda). Alkena yang paling sederhana adalah CH2=CH2 (etena atau etelina). Alkena kedua paling melimpah adalah propena. Alkena juga dikenal atau merupakan deret etilena. Dalam penamaan alkena terdiri dari 5 komponen :
o Rantai induk diambil dari rantai lurus terpanjang yang mengandung ikatan ganda.
o Akhiran ana dari nama alkana diganti dengan akhiran ena.
o Posisi ikatan rangkap dinyatakan dengan nomor terendah dan diletakkan di depan nama senyawa rantai induknya.
o Rantai samping atau cabang ditandai/dinamakan seperti pada penamaan alkana.
o Jika merupakan isomer geometrik, penamaan dimulai dengan awal cis- atau trans-
Sifat-sifat alkena:
1. Umumnya sifat fisiknya hamper sama dengan sifat fisik alkana. Alkena dengan jumlah atom C2 sampai C4 berwujud gas, C5 samapi C7 berwujud cair, dst berwujud padat.
2. Akan lebih reaktif disbanding dengan alkana karena dapat mengikat gugs atom lain karena merupakan hidrokarbon tidak jrnuh, reaksinya disebut reaksi adisi.
3. Dapat mengalami oksidasi oleh larutan encer KMnO4. Dalam lingkungan netral atau alkalis dan pada temperature kamar menghasilkan senyawa glikol.
4. Dapat berpolimerisasi
5. Berisomeri dengan sikloalkana.
6. Dapat terjadi perpindahan letak ikatan rangkap dan ujung ke tangan rantai karbon. Jika dipanaskan dengan katalisator tertentu.

3. Alkuna
Alkuna adalah turunan senyawa hidrokarbon (tidak jenuh) yang mengandung ikatan rangkap 3 dalam molekulnya. Alkuna dikenal juga sebagai deret asetilena. Rumus umumnya yaitu: C2H2n-2 (jika hanya mengandung 1 ikatan rangkap 3). Tata namanya seperti pada alkena.
Sifat-sifat alkuna:
1. Sifat fisiknya sama dengan alkena dan alkuna
2. Dapat mengalami adisi. Untuk menjenuhkan ikatan rangkapnya, alkuna menangkap atom lebih banyak disbanding alkena.
3. Dapat beraksi dengan air, jika dibantu dengan katalisator HgSO4 akan terbentuk senyawa aldehida.
4. Etuna dapat berpolimerisasi menjadi benzena, suatu hidrokarbon aromatik.

B. URAIAN BAHAN
1. Parafin
Nama Resmi : PARAFFINUM LIQUIDUM (FI. Ed.III hal. 474)
Nama Lain : Parafin Cair
Pemerian : Cairan kental, transparan, tidak berfluoresensi, tidak berwarna, hampir tidak berbau, hampir tidak mempunyai rasa.
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%) P, larut dalam kloroform P dan dalam eter P
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya
Penggunaan : Laksativum

2. Heksan
Nama Resmi : HEKSANA
Pemerian : Cairan jernih, mudah menguap, berbau seperti eter lemah atau bau seperti petroleum
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air, larut dalam etanol mutlak, dapat bercampur dengan eter, dengan kloroform dengan benzena dan dengan sebagian besar minyak lemakdan minyak atsiri.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya
Rumus Molekul : C6H14

3. Ol. Cocos
Nama Resmi : OLEUM COCOS (FI. Ed.III hal. 456)
Nama Lain : Minyak Kelapa
Pemarian : Cairan jernih, tidak berwarna atau kuning pucat, bau khas, tidak tengik
Kelarutan : Larut dalam 2 bagian etanol (95%) P pada suhu 60◦, sangat mudah larut dalam kloroform P dan dalam eter P.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya, di tempat sejuk
Penggunaan : Zat tambahan

4. Toluen
Nama Resmi : TOLUENA
Nama Lain : Tolven, Tolvol
Rumus Molekul : C6H5CH3
Kelarutan : Sangat sedikit larut dalam air, tidak larut dalam alkohol, kloroform, eter, aseton
Berat Molekul : 92,14
Densitas : 0,8666
Pemerian : Murni pereaksi

5. Benzena
Nama Resmi : BENZENA
Rumus Molekul : C6H6
Pemerian : Murni pereaksi
Kelarutan : Larut dalam lebih kurang 14,30 bagian air, larut dalam kloroform, alkohol
Berat Molekul : 78,11

6. Kalium permanganat
Nama Resmi : KALII PERMANGANAS (FI. Ed.III hal. 330)
Nama Lain : Kalium permanganat
Pemerian : Hablur mengkilap, ungu tua atau hampir hitam, tidak berbau, rasa manis atau sepat
Kelarutan : Larut dalam 16 bagian air, mudah larut dalam air mendidih
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Penggunaan : Antiseptikum ekstern

7. Asam Sulfat
Nama Resmi : ACIDUM SULFURICUM (FI. Ed.III hal. 58)
Nama Lain : Asam sulfat
Pemerian : Cairan kental seperti minyak, korosif, tidak berwarna, jika ditambahkan ke dalam air menimbulkan panas.
Kelarutan : Bercampur dengan air dan dengan etanol dengan menimbulkan panas
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
Penggunaan : Zat tambahan

8. Kloroform
Nama Resmi : CHLOROFORMUM (FI. Ed.III hal. 151)
Nama Lain : Kloroform
Pemerian : cairan, mudah menguap, tidak berwarna, bau khas, rasa manis dan membakar
Kelarutan : Larut dalam lebih kurang 200 bagian air, mudah larut dalam etanol mutlak P, dalam eter P, dalam sebagian besar pelarut organik, dalam minyak atsiri dan dalam minyak lemak
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik bersumbat kaca, terlindung dari cahaya
Penggunaan : Zat tambahan

9. Aqua Destillata
Nama Resmi : AQUA DESTILLATA (FI. Ed.III hal. 96)
Nama Lain : Air suling
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak mempunyai rasa.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Penggunaan : Pelarut

10. Bromin
Nama Resmi : BROM
Rumus Molekul : Br2
Berat Molekul : 159,8
Pemerian : Cairan merah tua, berat dan berasap, sangat korosif terhadap kulit

BAB III
METODE KERJA
A. Alat dan Bahan
 Alat yang di gunakan:
a. Pipet tetes panjang b. pipet tetes pendek
b. Oven d. rak tabung reaksi
e. tabung reaksi f. lap/tisu

 Bahan yang digunakan:
a. Heksan h. kalium permanganat
b. Paraffin i. aseton
c. Benzene j. sendok besi
d. Ol. Cocos k. kertas lakmus biru
e. Air suling l. bromin
f. Toluene m. asam sulfat pekat
g. kloroform

B. Prosedur Kerja
I. Sifat Fisika Senyawa Hidrokarbon
1. Kelarutan Hidrokarbon dalam air
– Siapkan 5 tabung reaksi yang bersih dan kering, beri label sesuai dengan nama sampel uji
– Ke dalam masing-masing tabung reaksi tambahkan kira-kira 10 tetes sampel uji, kemudian tambahkan kira-kira 10 tetes air suling. Amati apakah terjadi pemisahan, apakah yang terjadi ketika campuran didiamkan.
– Catat semua data pengamatan pada lembar kerja.
2. Kelarutan hidrokarbon dalam kloroform
– Siapkan 5 tabung reaksi yang bersih dan kering, beri label sesuai dengan nama sampel uji
– Kedalam masing-masing tabung reaksi tambahkan kira-kira 10 tetes sampel uji, kemudian tambahkan kira-kira 10 tetes kloroform.
– Amati, Apakah terjadi pemisahan komponen, apakah berada dilapisan atas dan yang bereda dilapisan bawah.
– Catat semua data pengamatan pada lembar kerja.
II. Sifat kimia senyawa hidrokarbon
1. Reaksi dengan Bromin
a. Siapkan 5 tabung reaksi yang bersih dan kering, beri label sesuai dengan nama sampel uji
b. Ke dalam masing- masing tebung reaksi tambahkan kira- kira 10 tetes sampel uji, kemudian tambahkan larutan 1 % Br2 dalam heksan disertai pengocokkan (jangan tambahkan lebih dari 10 tetes)
c. Catat semua data pengamatan pada lembar kerja.
d. Untuk tabung reaksi yang berisi toluen, tambahkan kira- kira 10 tetes larutan 1% Br2 dan sejumlah kecil serbuk besi; kocok campuran. Tempatkan potongan kertas lakmus biru pada mulut tabung reaksi. Catat perubahan warna larutan dan kertas lakmus.
2. Reaksi dengan KMnO4
a. Siapkan 5 tabung reaksi yang bersih dan kering, beri label sesuai dengan nama sampel uji
b. Ke dalam masing- masing tebung reaksi tambahkan kira- kira 10 tetes sampel uji, kemudian tambahkan larutan KMnO4 dalam aseton tetes demi tetes disertai pengocokkan (jangan tambahkan lebih dari 10 tetes)
c. Catat semua data pengamatan pada lembar kerja.
3. Reaksi dengan H2SO4
a. Siapkan 5 tabung reaksi yang bersih dan kering, beri label sesuai dengan na,a sampel uji.
b. Ke dalam masing- masing tabung reaksi tambahkan kira- kira 10 tetes sampel uji
c. Tempatkan semua tabung reaksi pada tangas es. Dengan hati- hati tambahkan 5 tetes H2SO4 pekat dingin ke dalam masing- masing tabung (kocok)
Catat ! Apakah dihasilkan panas? Sentuh tabung reaksi
Apakah larutan menjadi homogen atau apakah warna yang dihasilkan?
(Pembentukan panas atau pembentukan larutan homogen ataukah penampakan warna adalah merupakan bukti bahwa reaksi telaj berlangsung.

Hello world!

1 Komentar

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!